Hasanul Bisri

Hasanul Bisri

Selasa, 15 Oktober 2024 23:49

Pondok Pesantren Miniatur Sosial Masyarakat

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua. Betapa tidak, para sahabat dulu belajar kepada nabi Muhammad shollallhu alaihi wa sallam dengan metode pondok, umumnya mereka disebut ashabussuffah. Mereka belajar apapun kepada nabi langsung selama 24 jam dengan tinggal di serambi bagian belakang masjid, salah satu diantara mereka yang kemudian menjadi salah satu periwayat hadits adalah abu khuroiroh.

Pondok pesantren sebagai miniatur masyarakat dapat dilihat dari beberapa aspek:

  1. Struktur sosial:
    • Pesantren memiliki struktur kepemimpinan yang mirip dengan masyarakat umum, dengan kyai sebagai tokoh sentral, dibantu oleh ustadz dan pengurus.
    • Santri dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi hidup bersama, menciptakan dinamika sosial yang mirip dengan masyarakat luas.
  2. Sistem nilai dan norma:
    • Pesantren mengajarkan dan mempraktikkan nilai-nilai Islam yang menjadi panduan dalam interaksi sosial.
    • Aturan dan tata tertib pesantren mencerminkan norma-norma yang ada di masyarakat.
  3. Kegiatan ekonomi:
    • Beberapa pesantren memiliki unit usaha yang dikelola bersama, memberikan gambaran tentang aktivitas ekonomi di masyarakat.
    • Santri belajar tentang manajemen keuangan dan kewirausahaan melalui kegiatan ini.
  4. Interaksi sosial:
    • Kehidupan bersama di asrama melatih santri dalam bersosialisasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik.
    • Kegiatan gotong royong dan musyawarah di pesantren mencerminkan praktik sosial di masyarakat yang lebih luas.
  5. Pendidikan dan pengembangan diri:
    • Pesantren menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mirip dengan organisasi kemasyarakatan.
    • Santri belajar kepemimpinan dan manajemen organisasi melalui kegiatan-kegiatan ini.
  6. Pelayanan masyarakat:
    • Pesantren sering menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.
    • Santri terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, mempersiapkan mereka untuk peran sosial di masa depan.
  7. Keberagaman:
    • Pesantren modern sering menerima santri dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, menciptakan lingkungan yang beragam.
    • Hal ini mengajarkan santri tentang toleransi dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
  8. Penyelesaian masalah:
    • Sistem penyelesaian masalah di pesantren, baik antar santri maupun dengan pihak pengurus, mencerminkan mekanisme resolusi konflik di masyarakat.
  9. Peran gender:
    • Beberapa pesantren modern menerapkan sistem co-education atau memiliki kompleks terpisah untuk santri putra dan putri, mencerminkan dinamika gender di masyarakat.
  10. Adaptasi terhadap perubahan:
    • Pesantren yang berkembang mengajarkan santri untuk beradaptasi dengan teknologi dan perubahan sosial, sama seperti masyarakat yang terus berevolusi.

Dengan menjadi miniatur masyarakat, pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga laboratorium sosial yang mempersiapkan santri untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif. Pengalaman hidup di pesantren memberikan bekal praktis bagi santri dalam menghadapi kompleksitas kehidupan bermasyarakat di masa depan.

Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Lekok menggunakan kitab kuning sebagai sumber belajar utama untuk mapel PAI. Aqidah ahlaq, alquran hadits, fiqih dan SKI merupakan mata pelajaran agama yang dipelajari siswa Madrasah Alyah sesuai ketentuan dari pemerintah. Adapun materi yang dipelajari menyesuaikan dengan materi yang sudah ditentukan kementrian agama, hanya saja sumber belajarnya diambilkan dari kitab-kitab kuning sebagaimana diajarjkan di pondok pesantren.

Ada beberapa pertimbangan sebagai dasar kenapa menjadikan kitab kuning sebagai sumber belajar utama pada mapel PAI, diantaranya :

  1. Otentisitas sumber: Kitab kuning merupakan karya ulama klasik yang dianggap lebih otentik dan dekat dengan sumber asli ajaran Islam. Para ulama pengarang kitab kuning rata-rata punya sambungan sanad keilmuan yang jelas
  2. Pendalaman bahasa Arab: Penggunaan kitab kuning membantu siswa mengembangkan kemampuan bahasa Arab mereka, yang penting dalam studi Islam. Bahasa arab menjadi salah satu kunci untuk menguasai mata pelajaran PAI, jadi penting untuk diupayakan para siswa supaya menguasai bahasa arab. salah satu upaya yang dilakukan di madarasah aliyah nahdlatul ulama lekok adalah dengan melazimi diperdengarkan bahasa arab melalui kajian kitab kuning saat kbm mapel PAI.
  3. Metode pembelajaran tradisional: Sistem pembelajaran kitab kuning dapat meningkatkan interaksi guru-murid. Mulai dari pengaturan tempat duduk, pembaca kitab bisa bergantian, diskusi sepanjang waktu, sorogan, dan semacamnya yang itu semua membuat interaksi guru murid menjadi lebih intens dan nyaman.
  4. Pemahaman kontekstual: Kitab kuning sering menyajikan pembahasan yang lebih mendalam dan kontekstual dibanding buku pelajaran modern. Setiap kata yang tersusun dalam kalimat pada kitab kuning pasti merupakan kutipan dari para ulama sebelumnya. Tetapi, ada pengembangan dari ulama pengarang kitab yang menyesuaikan dengan kondisi zaman beliau hidup.
  5. Pengembangan kemampuan analisis: Membaca dan memahami kitab kuning melatih siswa untuk menganalisis teks secara kritis.Kitab kuning bisa dikritisi tiap kata, karena memang setiap kata yang terangkai menjadi kalimat dalam kitab kuning ada dasarnya dan mengandung maksud tertentu. Ada dasar maksudnya adalah mengutip perkataan ulama lain atau ada dasar naqli yang megiringi dan juga pengembangan dari pemikiran ulama sebelumnya yang dikontektualkan ke masa sekarang. 
  6. Pengenalan warisan intelektual: Siswa diperkenalkan pada warisan intelektual Islam yang kaya.
  7. Fleksibilitas materi: Guru dapat memilih bagian-bagian tertentu dari kitab kuning yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
  8. Kontinuitas tradisi: Penggunaan kitab kuning membantu melestarikan tradisi keilmuan Islam klasik

 WhatsApp_Image_2024-10-13_at_07.07.54.jpeg

 

Sabtu, 12 Oktober 2024 00:41

Try Out Seleksi Masuk PTN

Sebagai lembaga pendidikan yang memprioritaskan lulusan untuk melanjutkan belajar ke jenjang di atasnya, MA NU Lekok menyelengerakan berbagai upaya agar siswa nya dapat diterima di perguruan tinggi yang dikehendaki. Upaya itu diantaranya adalah melakukan try out masuk perguruan tinggi. Kalau sebelumnya, sudah dilakukan try out dengan menggandeng Ruang Guru, kali ini try out dilakukan dengan pihak SCOLA. 

WhatsApp_Image_2024-10-12_at_08.05.09.jpeg

Try out masuk perguruan tinggi bagi siswa kelas 12 MA NU Lekok akan memberikan dampak mental yang positif. Siswa menjadi terbiasa suasana dan tekanan ujian seleksi masuk perguruan tinggi yang sesungguhnya. Sehingga diharapkan lebih mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki agar sukses dalam ujian.. Disamping itu, try out juga sebagai kesempatan melihat kemampuan siswa dalam penguasaan materi dan bagian yang perlu ditingkatkan. 

Try out juga sebagai sarana melatih siswa dalam mengatur waktu menyelesaikan soal. Menyelesaikan soal ujian masuk perguruan tinggi tentu tidak cukup hanya bermodal pengetahuan yang memadai tentang jenis dan format soal, lain dari itu manajemen waktu juga penting dan perlu dikuasai agar dapat menyelesaikan soal ujian sesuai tenggat waktu yang diberikan. Try out akan melatih siswa bagaimana mengatur waktu ujian agar dapat meraih hasil yang optimal.

Disamping itu, try out juga dapat dijadikan latihan bagaimana strategi menyelesaikan soal tes masuk perguruan tinggi. Dengan strategi yang tepat, maka besar kemungkinan siswa akan lolos masuk perguruan tinggi yang dimaksud. Bagian dari strategi adalah membuat skala prioritas soal-soal tertentu yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga lebeih efektif dan efisien. 

WhatsApp_Image_2024-10-12_at_07.33.50.jpeg

Rabu, 09 Oktober 2024 23:45

Pembiasaan Hidup Bersih

Siapapun pasti suka hal yang bersih, bersih merujuk pada kondisi fisik yang bebas kotoran, noda atau kontaminan. Jadi bersih berkaitan dengan kondisi atau keadaan fisik yang tidak kotor.  contoh halaman sekolah bersih, berarti halaman sekolah yang bebas sampah atau tidak ada satupun sampah di halaman sekolah tersebut. Islam sangat memperhatikan kebersihan, bahkan lebih dari itu, islam memperhatikan hal suci yang merupakan kebersihan tidak pada aspek fisik saja tetapi juga aspek batin.  Dalam hadits  disabdakan bahwa 

"الطهور شطر الإيمان" bahwa kesucian adalah sebagian dari iman (HR. Muslim). 

Kebersihan lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kesan estetis yang menyenangkan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental siswa serta staf sekolah.

Beberapa alasan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah:

  1. Meningkatkan konsentrasi belajar: Lingkungan yang bersih dan rapi membantu siswa fokus pada pelajaran tanpa terganggu oleh ketidaknyamanan atau gangguan visual.
  2. Mencegah penyebaran penyakit: Kebersihan yang terjaga mengurangi risiko penyebaran kuman dan virus, sehingga menjaga kesehatan seluruh warga sekolah.
  3. Membentuk karakter: Membiasakan diri hidup bersih sejak di sekolah akan membentuk karakter positif yang terbawa hingga dewasa.
  4. Meningkatkan produktivitas: Lingkungan yang bersih menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan bagi guru dan staf sekolah.
  5. Menjaga kelestarian lingkungan: Kebersihan sekolah berkontribusi pada pelestarian lingkungan secara lebih luas.

Beberapa program kerja dicanangkan untuk mewujudkan lingkungan MA NU yang bersih. Disamping juga pengaturan areal dan tempat khusus untuk memudahkan stake holder membuang sampah. Tak kalah penting adalah pengaturan tempat sesuci yang mengakomodir kepentingan guru, santri dan tamu juga diatur. Kebersihan lingkungan MA NU Lekok menjadi tanggung jawab semua stake holder.

WhatsApp_Image_2024-10-09_at_06.44.23.jpeg

Halaman 1 dari 4

Cari

Pengunjung

4186598
Hari ini
Minggu Lalu
Bulan lalu
Semua
2050
3027118
970202
4186598

Your IP: 216.73.216.180
2026-03-20 14:33