Pembelajaran diferensiasi adalah pendekatan yang berfokus pada kebutuhan belajar individu setiap siswa. Di MA Nahdlatul Ulama Lekok, kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi yang unik dan cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pembelajaran diferensiasi menjadi salah satu metode yang diterapkan untuk mengakomodasi perbedaan tersebut.
Dalam praktiknya, guru MANU selalu berusaha untuk merancang kegiatan belajar yang fleksibel, baik dari segi konten, proses, maupun produk yang dihasilkan oleh siswa. Beberapa cara yang diterapkan meliputi:
1. Penyesuaian Materi: Materi disesuaikan dengan kemampuan siswa, di mana siswa yang lebih cepat memahami materi dapat diberikan tantangan tambahan, sementara siswa yang membutuhkan waktu lebih bisa mendapatkan bimbingan yang lebih intensif.
2. Beragam Metode Pengajaran: Guru menggunakan berbagai metode, seperti diskusi, kerja kelompok, atau proyek individu, agar siswa dapat belajar sesuai dengan gaya belajar mereka, baik itu visual, auditori, atau kinestetik.
3. Pilihan Tugas: Siswa diberikan kesempatan untuk memilih jenis tugas yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, sehingga mereka lebih termotivasi dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Dengan pendekatan diferensiasi ini, MA Nahdlatul Ulama Lekok berkomitmen untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa didukung untuk mencapai potensi maksimal mereka. Hal tersebut dikarenakan di era pendidikan modern seperti saat ini, pendekatan pembelajaran yang seragam sudah tidak lagi relevan. MA Nahdlatul Ulama Lekok selalu berusaha menjawab tantangan tersebut.

Salah satu program unggulan MANU yang turut menyumbang berbagai prestasi bagi madrasah adalah kelas peminatan. Kelas ini juga menjadi jembatan bagi siswa untuk menyalurkan minat siswa yang ingin mendalami mapel tertentu. Kelas peminatan di MANU sangat bervariasi dan selalu bertambah seiring bertambahnya pula minat siswa, mulai dari Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

PAC IPNU IPPNU Lekok mengadakan lomba memasak sebagai salah satu rangkaian KONFERANCAB yang menjadi penghujung kepengurusan periode ini. PK IPNU MANU sebagai salah satu pihak yang diundang dalam event ini turut meramaikan acara dengan mengirim kontinen yang berasal dari ekstrakurikuler tata boga. Kontinen tersebut terdiri atas 3 siswi, yakni Nuril Badriyah (XII IPS), Linda Fitri Oktavia (XII IPS) dan Najwatus Saroya (XI-A).

Kegiatan P5RA senantiasa dilaksanakan di lingkungan MANU sebagai salah satu implementasi amanat kurikulum merdeka. Di awal semester ini, MANU mengangkat tema "bangunlah jiwa dan raganya" dengan topik: "Akhlak terhadap guru". Hal tersebut dilatarbelakangi oleh salah satu visi MANU yakni "berjiwa santri". MANU ingin memberikan dedikasi penting dalam pembentukan akhlak baik siswa, salah satunya akhlak terhadap guru.


© Copyright 2018 divisidatalitbang